Thursday, June 29, 2017

8 Strategi Miliki Rumah Sebelum Usia 30 Tahun

8 Strategi Miliki Rumah Sebelum Usia 30 Tahun - Memiliki rumah di usia yang masih muda merupakan impian banyak orang, bahkan hampir semua orang menginginkan hal tersebut dapat terwujud menjadi kenyataan. Bukan hanya sebuah kebanggan tersendiri bagi pemiliknya, namun hal ini juga sebagai sebuah bukti kesuksesan seseorang di usia yang masih tergolong muda.

Banyak orang yang menjadikan rumah sebagai sebuah tolak ukur pencapaian besar dalam hidup mereka. Hal ini sangat wajar karena memiliki sebuah rumah selalu terasa lebih menyenangkan bila dibandingkan dengan kepemilikan atas aset dalam bentuk yang lainnya seperti apartemen. Rumah juga merupakan salah satu bentuk aset dengan nilai investasi yang selalu naik setiap tahunnya, hal ini juga menjadi salah satu alasan kenapa orang berlomba-lomba menginvestasikan uang mereka dalam bentuk rumah. Harapan akan keuntungan yang lebih besar dan nilai jual yang hampir tidak pernah turun telah membuat rumah menjadi sebuah investasi 'primadona' dengan jumlah investor yang sangat besar. Belum lagi jumlah permintaan rumah yang juga selalu ramai. Hal tersebut kemudian menjadi alasan kenapa harga rumah begitu mahal dan mengalami kenaikan yang signifikan setiap tahunnya. Lalu pertanyaannya adalah, mungkinkah kita dapat memiliki sebuah rumah impian di usia sebelum 30an?


Bila menilik sesaat pada jumlah penghasilan yang kita miliki saat ini, maka besar kemungkinan sebagian dari kita akan meragukan hal tersebut dapat diwujudkan menjadi sebuah kenyataan. Atau barangkali sebagian dari kita justru telah menyerah di awal sesaat setelah mengetahui jumlah uang muka yang harus dibayarkan bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah jumlahnya. Hal tersebut tentu wajar terjadi, namun beberapa langkah di bawah ini akan membantu kita menghilangkan keraguan untuk segera memiliki rumah di usia sebelum 30an.

1. Menabung dengan Disiplin dan Cerdas

Bisa jadi Anda telah menabung sejak dulu, akan tetapi hingga sekarang belum juga dapat mengumpulkan sejumlah dana untuk membeli rumah. Dalam hal ini, cara/metode yang Anda gunakan saat menabung perlu untuk dievaluasi kembali. Anda tidak akan mampu membeli rumah bila besaran tabungan yang Anda miliki tidak tepat, meskipun Anda telah menabung selama bertahun-tahun, hal tersebut tetap sulit diwujudkan.

Tetapkan jumlah tabungan yang akan Anda simpan setiap bulannya, minimal sebesar 30% dari penghasilan bulanan Anda. Pisahkan uang tersebut pada rekening khusus, selalu utamakan menabung setiap kali Anda menerima gaji. Lakukan hal ini secara rutin setiap bulannya dan dalam waktu beberapa tahun uang yang terkumpul dapat dijadikan sebagai dana membeli rumah.


2. Mencari Pekerjaan Sampingan

Hal ini adalah salah satu solusi yang dapat Anda lakukan, khususnya bagi Anda yang memiliki penghasilan dalam jumlah yang pas-pasan. Akan sangat sulit bagi Anda untuk memiliki sebuah rumah bila hanya mengandalkan gaji yang jumlahnya akan habis untuk memenuhi kebutuhan pokok.

Temukan sebuah pekerjaan sampingan yang dapat Anda kerjakan tanpa mengganggu pekerjaan utama di kantor. Anda dapat mengerjakan pekerjaan sampingan ini setelah pulang kantor atau di hari Sabtu-Minggu saat jadwal libur. Ada banyak pilihan pekerjaan yang dapat Anda pertimbangkan, salah satunya adalah menjadi seorang freelancer. Kemajuan sistem informasi telah memungkinkan kita untuk dapat mengakses banyak pekerjaan secara online, maka Anda dapat memanfaatkan hal tersebut untuk memperoleh sejumlah penghasilan tambahan. Ada banyak pekerjaan yang ditawarkan melalui internet, pilih dan lakukan sebuah pekerjaan yang sesuai dengan keahlian yang Anda miliki.

3. Mulai Berinvestasi

Membiarkan uang mengendap di dalam tabungan dalam jangka waktu yang lama bukanlah sebuah pilihan yang tepat untuk dilakukan. Mulailah berpikir untuk melakukan investasi dan membuat uang Anda berlipat ganda melalui investasi.

Anda dapat memulainya dengan cara ikut menanam modal di dalam usaha yang dikelola teman atau keluarga Anda, hal ini tentu saja akan membuat Anda mendapatkan sejumlah keuntungan di masa yang akan datang. Anda juga dapat menginvestasikan uang Anda dalam bentuk investasi yang lebih aman, seperti: emas, deposito, atau reksadana.

4. Menghemat Biaya Tempa Tinggal

Bila Anda bekerja jauh dari rumah dan hal tersebut membuat Anda harus tinggal terpisah dengan keluarga, maka akan ada sejumlah biaya bulanan yang harus Anda keluarkan untuk membayar kost/menyewa sebuah rumah yang lokasinya dekat dengan kantor.

Anda dapat menghapuskan biaya tersebut atau setidaknya mengurangi jumlahnya dan mengalokasikannya sebagai dana tabungan bulanan. Tidak ada salahnya Anda menumpang tinggal dengan keluarga/saudara yang jarak rumahnya dekat dengan kantor Anda, atau mencari tempat kost dengan biaya sewa bulanan yang murah juga dapat Anda jadikan sebagai pilihan.

5. Mencari Pinjaman

Sebagian besar orang akan mengalami kesulitan memiliki sebuah rumah ketika terbentur pada permasalahan uang muka yang jumlahnya cukup besar. Hal ini sering menjadi alasan dasar bagi banyak orang untuk kemudian mengalami kegagalan dalam mengajukan KPR.

Untuk mengatasi permasalahann tersebut, tidak ada salahnya bila Anda mengutarakan niat dan meminjam sejumlah uang kepada keluarga/saudara Anda. Jangan pernah malu untuk mencari pinjaman, apalagi kekurangan dana yang Anda alami hanya sekian persen saja dari ketentuan bank, akan sangat sayang bukan bila Anda harus menunda untuk mengajukan KPR hanya karena kekurangan sejumlah uang muka.


6. Mencari Cicilan yang Sesuai

Selalu pertimbangkan dengan baik jumlah penghasilan Anda dengan nilai cicilan KPR yang harus Anda bayarkan setiap bulannya. Hal ini sangat penting untuk dilakukan karena KPR merupakan kredit dengan jangka waktu pembayaran yang bisa saja sangat panjang (hingga 30 tahun), karena itu Anda harus cermat dalam melakukan perhitungan di dalam keuangan Anda.

Jangan tergoda dengan jangka cicilan pendek hanya karena bunga yang ditawarkan jauh lebih ringan. Anda harus tetap menyesuaikan kemampuan bayar Anda dengan jumlah cicilan yang harus Anda setorkan setiap bulannya. Jangan sampai jumlah cicilan yang terlalu besar setiap bulannya, membuat seluruh rencana keuangan Anda menjadi berantakan dan Anda terbebani hutang cicilan yang menunggak di kemudian hari.

7. Jangan Tunda Membeli Rumah

Jadikan rumah sebagai sebuah kebutuhan yang pengadaannya bersifat prioritas bagi Anda dan jangan pernah menunda untuk membelinya. Di saat Anda telah memiliki sejumlah dana yang cukup untuk mengajukan KPR, maka segeralah pikirkan untuk melakukan pengajuan dalam waktu dekat.

Pastikan Anda  segera melakukan serangkaian survei, misalnya dengan mendatangi lokasi perumahan yang akan dibeli, mendatangi bank dan menanyakan informasi mengenai layanan KPR. Setelah memiliki pilihan yang tepat, maka segera ajukan KPR Anda.

8. Memanfaatkan Premi Dasar Asuransi Kesehatan Sebagai Uang Muka

Meski masih muda dan mungkin jarang sakit, namun tak ada salahnya Anda memiliki asuransi kesehatan sebagai bentuk perlindungan terhadap biaya-biaya pengobatan yang mungkin di keluarkan di kemudian hari. Selain sebagai bentuk perlindungan, hal ini juga bisa dijadikan sebagai sebuah bentuk tabungan.

Ikuti program asuransi kesehatan dengan nilai dana nominal menengah dan uang setoran bulanan tersebut dapat diambil kembali setelah 5 tahun ke depan, tentunya dengan sejumlah potongan oleh pihak asuransi. Namun dana tersebut dapat dijadikan sebagai dana tambahan uang muka bagi rumah Anda, berikut contoh perinciannya:

Premi bulanan Rp500.000 x 12 bulan = Rp6.000.000 (per tahun)
Dana yang terkumpul selama 5 tahun = Rp30.000.000

Cari Produk KPR Melalui Cermati

Kini Anda tak perlu repot untuk mendatangi beberapa bank atau membuka website resmi mereka satu per satu untuk mendapatkan sejumlah informasi mengenai layanan KPR. Cermati hadir untuk memudahkan Anda dalam membandingkan produk KPR Pilih dan sesuaikan kemampuan bayar Anda terhadap cicilan yang mereka tawarkan, Anda juga dapat membandingkan layanan mereka berdasarkan diskon atau penawaran menarik yang mereka tawarkan.
Sumber http://www.iderumahidaman.com

Monday, June 26, 2017

Perawatan Rumput untuk Taman Rumah yang Asri

Taman adalah bagian penting dari rumah yang akan mempercantik tatanan rumah sekaligus memberikan kesan asri dan rindang terhadap hunian anda. Anda dapat memilih desain taman sesuai dengan selera dan konsep rumah anda. Anda juga memiliki banyak pilihan tanaman yang ingin anda tanam di taman rumah anda. Selain itu, anda juga dapat memilih jenis rumput sesuai dengan konsep taman dan selera anda.

Taman adalah bagian penting dari rumah yang akan mempercantik tatanan rumah sekaligus memb Perawatan Rumput untuk Taman Rumah yang Asri


Rumput adalah tanaman yang paling umum digunakan sebagai penutup permukaan taman. Hal ini sangat mudah dipahami karena rumput mampu memberikan kesan lebih asri dan hijau pada taman. Selain itu, penggunaan rumput juga akan meminimalisir munculnya debu akibat tanah yang kering. Sifat rumput yang sangat baik dalam menyerap air sehingga rumput juga merupakan alternatif yang baik untuk menghindari genangan air di musim hujan.
sumber: www.thegardeningbible.com

Ada beberapa jenis rumput yang dapat ditanam di taman rumah anda. Rumput gajah mini adalah yang paling populer digunakan saat ini. Rumput ini dikenal sebagai salah satu yang paling murah dan mudah didapatkan daripada rumput jenis lain. Selain rumput gajah mini, ada bebarapa jenis rumput lain yang dapat anda gunakan diantaranya rumput golf, rumput swiss, rumput jepang/ rumput peking dan rumput embun. Walaupun jenis rumput yang tersedia dipasaran beragam, perawatan yang anda perlukan untuk rumput taman anda cenderung serupa. Berikut tips yang dapat anda gunakan dalam merawat rumput taman anda.
  • Siram rumput taman anda secara rutin. Penyiraman secara rutin akan menjaga kesuburan rumput taman di rumah anda. Seperti yang telah anda ketahui, rumput akan mengering jika dibiarkan tanpa air terutama di musim kemarau. Di musim hujan, dengan intensitas hujan yang cukup tinggi, anda dapat menyiram rumput sesuai kebutuhan. Penyiraman ini dapat dilakukan dengan cara manual ataupun dengan cara otomatis. Dan ingat, jangan menyiram tanaman di siang hari.
  • Bersihkan rumput liar atau gulma yang tumbuh di area sekitar rumput. Hal ini penting untuk dilakukan agar rumput tumbuh dengan baik tanpa adanya gangguan dari gulma tersebut. Selain itu, upaya ini juga merupakan upaya untuk menjaga keindahan taman rumah anda secara keseluruhan sehingga taman anda menjadi terlihat terawat dengan baik.
  • Pangkas atau potong rumput anda secara berkala. Ini merupakan bentuk perawatan dasar yang selalu diperlukan untuk menjaga keindahan dan kesuburan rumput taman anda. Anda dapat dengan mencari jasa potong rumput sehingga anda tidak perlu memangkas rumput anda sendiri. Jika ada bagian yang perlu ditambal, maka langkah penambalan juga dapat dilakukan.
  • Untuk perawatan, pemupukan juga perlu dilakukan untuk menjaga kesuburan sehingga taman anda tetap terlihat asri.
Rawatlah rumput taman anda dengan baik karena perawatan adalah hal yang mutlak diperlukan. Semoga tips di atas dapat menginspirasi anda dalam upaya menciptakan suasanan rumah yang rindang dan asri.
Sumber http://www.iderumahidaman.com

Saturday, June 24, 2017

Ukuran Jendela Rumah yang Ideal

Jendela merupakan sebuah tempat (lubang) di dalam rumah yang digunakan sebagai tempat masuk dan keluarnya udara. Namun demikian, tidak banyak orang yang menjadikan jendela sebagai faktor kesehatan dan penunjang kebugaran di dalam rumah, akibatnya sebagian dari mereka memasang jendela secara asal asalan tanpa melihat sisi ukuran dengan ruangan yang akan dipasang jendela. Mereka hanya menjadikan jendela sebagai elemen pelengkap. Tak jarang dari mereka menderita sesak nafas ataupun gerah, sebagai akibat dari minimnya perhatian ketika memasang dan meletakkan jendela yang sesuai dengan faktor kesehatan.
 di dalam rumah yang digunakan sebagai tempat masuk dan keluarnya udara Ukuran Jendela Rumah yang Ideal

Standar ukuran jendela di setiap rumahpun bervariasi, karena hal tersebut biasanya disesuaikan dengan kenyamanan para penghuninya. Berikut ini beberapa tips ukuran ideal jendela rumah:
  1. Jendela depan merupakan elemen utama di setiap rumah. Jendela depan berfungsi sebagai tempat utama pergantian sirkulasi udara. Di samping sebagai tempat pergantian sirkulasi udara, jendela depan merupakan elemen penting untuk memperindah ruangan rumah. Standar ideal ukuran jendela depan bervariasi (bebas) sesuai dengan luas ruangan rumah tersebut dan keinginan sang pemilik rumah. Sebagai contoh, jika pemilik rumah adalah pencinta minimalis, dapat memasangkan jendela depan berukuran 80cm x 80cm; tak luput pula untuk memberikan tirai pada jendela depan tersebut agar kesan minimalis dapat semakin ditonjolkan.
  2. Jendela variasi merupakan jendela yang penggunaannya tidak diwajibkan seperti pemasangan jendela lainnya. Jendela ini biasanya dipasang sang pemilik rumah sebagai dekorasi ataupun pemanis di dalam rumah. Dalam pemasangannya jendela ini, tidak ada patokan ukuran tertentu karena ukuran serta bentuk jendela ini didasarkan kepada kebutuhan dan keinginan akan keindahan sebuah rumah.Jendela boven merupakan jendela berukuran kecil yang biasanya diletakkan di dapur atau kamar mandi. Jendela boven ini juga unsur terpenting ketika akan membangun sebuah rumah karena jendela ini berfungsi sebagai tempat pertukaran udara. Dapur dan kamar mandi merupakan bagian terpenting dalam pemasangan jendela boven karena dapur merupakan tempat dimana aktifitas memasak berlangsung dan biasanya ketika memasak banyak asap yang dikeluarkan; sedangkan kamar mandi tak luput pula dengan pemasangan jendela boven karena selain berfungsi sebagai keluar masuk cahaya (pencahayaan), jendela ini juga dapat berfungsi sebagai tempat sirkulasi udara, sehingga kesan pengap dapat terhindarkan. Jendela ini biasanya dipasang dengan ukuran 30cm x 30 cm, 40cm x 60cm, dan lainnya.
Selain ukuran tips jendela rumah, ada pula jenis jenis jendela yang biasanya digunakan seseorang ketika ingin memasangkan jendela. Jenis jenis tersebut adalah jendela polos, jendela bertulang rangka, dan jendela kaca bertulang banyak.
Jendela polos merupakan jendela yang terdiri dari beberapa daun pintu. Jendela ini terbuat dari bahan aluminium, kaca, maupun logam. Lebar jendela polos ini memanjang dari atas ke bawah, sedangkan untuk ukuran kaca jendela polos ini dapat disesuaikan dengan keinginan sang pemilik rumah.
Jendela bertulang rangka biasanya memiliki motif yang bervariasi dan dekoratif, seperti motif pemandangan, bunga, pohon, ataupun hewan. Jendela ini terbuat dari bahan kayu, aluminium maupun logam. Jendela kaca bertulang banyak merupakan jendela yang berbentuk persegi. Jenis jendela ini sangat klasik dan biasanya berdiameter 10cm x 10cm. Jendela ini sangat populer di masa silam, namun kini jendela kaca bertulang banyak mengalami banyak perubahan terutama dari segi bahan jendela tersebut yang sebagian besar terbuat dari kayu kayu berkualitas dengan rangka tulang jendela yang bercat putih.
Selain jenis jenis tersebut di atas, ada pula jendela moon gate. Jendela moon gate atau jendela bulan ini biasanya banyak sekali dipasang pada rumah rumah yang bergaya China. Jendela ini biasanya berfungsi sebagai pemisah halaman utama dan halaman samping. Jendela ini dapat pula dijadikan sebagai pintu pembuka, terutama di samping rumah yang bersebelahan langsung dengan sebuah kolam ataupun taman bunga.

Sumber http://www.iderumahidaman.com

Ruang Mencar Ilmu Anak Di Rumah


Tuesday, June 20, 2017

Lebih baik Renovasi Rumah Atau Beli Rumah Baru Ya?

Lebih baik Renovasi Rumah Atau Beli Rumah Baru Ya? – Ini menjadi pilihan yang bisa di bilang menyulitkan. Mau memilih beli baru atau renovasi saja. Mungkin bagi anda yang sudah melihat rumah anda rusak parah akan berpikir untuk hal ini. Tapi pilihan ini sebaiknya perlu di pikirkan terlebih dahulu.
Lebih baik Renovasi Rumah Atau Beli Rumah Baru Ya Lebih baik Renovasi Rumah Atau Beli Rumah Baru Ya?

Anda perlu mengestimasi biaya renovasi sesuai dengan kerusakan rumah anda. Jika hanya beberapa ruangan yang rusak, kenapa tidak melakukan renovasi aja. Tapi kecuali kerusakan rumah sudah parah, dan lingkungan rumah tersebut juga sudah tidak memadai, apa salahnya beli rumah baru? Rumah baru sekarang ini mungkin sudah bisa di bilang lebih murah, dengan harga 500juta ke atas sudah bisa mendapatkan rumah baru ataupun second yang telah full furnished atau sudah berperabot lengkap.
Jika untuk membangun rumah, ini memperlukan estimasi biayanya lagi, berapa biaya tanah dan bangunan tersebut. Belum lagi menyewa tukang untuk membangun rumah tersebut. Dan juga pastinya tidak 100% sempurna, pasti setelah bangun, ada lagi yang perlu di renovasi karena apa yang kita sampaikan, pasti tidak akan di bangun sesuai dengan apa yang kita inginkan. Selain itu biaya untuk membangun rumah ini perlu biaya yang besar.
Dari pilihan ini, lebih banyak orang memilih untuk merenovasi rumah. Karena merenovasi rumah ini hanya merubah ataupun menambah ruangan yang ada pada rumah mereka. Terkecuali sudah memiliki kerusakan parah pada rumah, mungkin mau menata ulang semua tapi tidak sebesar biaya untuk membangun rumah baru. Alasan mengapa orang orang lebih memilih renovasi rumah karena biayanya yang lebih murah, penambahan ruangan bisa dilakukan, sudah merasa nyaman banget dengan tempat tinggal mereka, tidak perlu lagi pindahan, terdapat banyak kenangan yang ada di rumah tersebut.
Untuk merenovasi ataupun membeli rumah baru ini sebaiknya perlu di pertimbangkan baik baik terlebih dahulu dan melihat situasi dan kondisi yang ada. Karena ini mencakup untuk kehidupan yang mendatang.

Sumber: blog.rumahdewi.com

Sumber http://www.iderumahidaman.com

Saturday, June 17, 2017

Inilah Perkiraan Biaya Untuk Membangun Rumah Type 45

Inilah Perkiraan Biaya Untuk Membangun Rumah Type 45 -  Selamat berjumpa kembali bersama kami pecinta desain rumah minimalis, bagaimana kabarnya sahabat semua, mudah-mudahan masih diberi kelancaran dan kemudahan menjalani kehidupan ini..amiin. Pada kesempatan kali ini kami mencoba memberikan Perkiraan Estimasi Biaya Bangun Rumah Type 45

 Inilah Perkiraan Biaya Untuk Membangun Rumah Type  Inilah Perkiraan Biaya Untuk Membangun Rumah Type 45


Desain rumah type 45 ini terdiri atas 2 kamar tidur, ruang tamu, ruang keluarga, beranda yang juga berfungsi sebagai tempat menerima tamu, dapur, dan taman (depan dan belakang). Jika anda memiliki lahan/kavling dikawasan perumahan, desain rumah ini dapat anda kembangkan lagi dalam bentuk layout baru yang tentu sesuai dan mengakomodasi kebutuhan anda dan keluarga. 

Nah untuk berikut denah/gambar rumah type 45 yang dimana disini gambar tersebut cuma referensi buat anda.
KODE IKLAN TENGAH ARTIKEL



Perkiraan biaya untuk membangun rumah seperti gambar desain diatas adalah sebesar: 1,5 juta/m2 dan estimasi biaya produksi total untuk rumah seluas 45 m2 adalah sebesar: 70 juta rupiah. Tentunya perkiraan/taksiran biayanya harus disesuaikan dengan upah pekerja dan harga material dikota anda, dan biaya diatas tidak termasuk harga tanah (hanya harga/biaya produksi rumahnya saja).

Demikianlah yang bisa kami suguhkan kepada sahabat semua, walaupun belum bisa memuaskan tapi mudah-mudahan artikel ini bisa sedikit menjadi gambaran untuk sahabat semua ketika mau Membangun Rumah Minimalis type 36, semoga bermanfaat. 

Sumber http://www.iderumahidaman.com

Wednesday, June 14, 2017

Estimasi Biaya Membangun Rumah Minimalis 2 Lantai Type 36

Ketika kamu berencana membangun rumah, tentunya harus tahu ancang ancang uang yang akan dipersiapkan. Seperti harga tanah, harga rumah juga selalu naik. Begitu juga dengan harga pekerja dan bahan bangunan.

 tentunya harus tahu ancang ancang uang yang akan dipersiapkan Estimasi Biaya Membangun Rumah Minimalis 2 Lantai Type 36


Biaya membangun rumah minimalis 2 lantai type 36 – Membangun rumah adalah keinginan setiap keluarga. Hal pertama yang terfikir ketika membangun rumah adalah biaya. Menjadi hal utama karena membangun rumah membutuhkan dana yang tidak sedikit. Dibutuhkan sedikitnya seratus juta untuk membangun rumah. Itupun bukan rumah yang mewah, hanya rumah sederhana saja. Mahalnya biaya membangun rumah disebabkan bahan bangunan yang banyak dibutuhkan, biaya pekerja, dan juga biaya lain-lain. Bahkan ada anggapan jika membangun rumah persiapkan dana dua kali lipat dari yang sudah diperhitungkan. 

Benar memang rumah minimalis 2 tingkat itu nampak lebih indah dan juga dapat mempunyai ruangan atau kamar lebih banyak, akan tetapi biaya pembangunan hunian jenis ini butuh biaya mahal. Seiring dengan trend rumah minimalis ini maka masyarakat menjadikannya tempat tinggal impian di masa depan.

Di saat harga bahan bangunan naik drastis pada tahun ini, penghasilan masyarakat pun ikut turun sehingga perlu tips membangun rumah minimalis 2 lantai yang murah atau rendah biayanya supaya kita tidak terlalu terbebani. 

Untuk keluarga baru, type rumah 36 sering menjadi pilihan. Type 36 dirasa sudah cukup untuk keluarga baru. Jika terdiri dari satu lantai biasanya terdiri dari 2 kamar, kamar mandi, kamar tamu, dan ruang nonton tv. Semuanya tidak terlalu luas namun cukup untuk kehidupan sehari-hari. Jika dirasa kurang luas, rumah 2 lantai bisa menjadi pilihan. Pada lantai dua dapat difungsikan untuk kamar utama dan ruang lainnya. 

Desain rumah minimalis kinipun menjadi trend tersendiri. Minimalis yang berarti pemanfaatan lahan yang minim untuk guna yang maksimal. Dalam desain minimalis tidak ada ruang yang tidak difungsikan. Semua diperhitungkan dengan jelas dan juga ditata sedemikian rupa untuk terlihat tertata dan bagus. 

Inlah perkiraan biaya membangun rumah minimalis 2 lantai type 36

1. Biaya persiapan lahan
Ketika membangun rumah hal pertama yang disiapkan adalah lahan. Dibutuhkan persiapan pada lahan. Misalkan pengerukan atau perataan tanah. Biaya yang dibutuhkan berkisar antara 2-5juta bergantung pada kondisi tanah. Silahkan disesuaikan dengan biaya sekarang.

2. Biaya pembelian bahan bahan bangunan
Biaya yang paling besar dalam membangun rumah adalah membeli bahan bangunan. Untuk rumah 2 lantai type 36 kira-kira menghabiskan 70-100 juta untuk membeli bahan. Bahan yang dibutuhkan seperti pasir, semen, batu-bata, genting, besi,kayu dan bahan-bahan lainnya. Silahkan disesuaikan dengan biaya sekarang.

3. Biaya pekerja

Dalam membangun rumah diperlukan waktu yang cukup lama. Kira-kira 1-2 bulan. Hal ini tergantung bagaimana persiapan. Untuk pekerja kira-kira menghabiskan biaya 10-15 juta. Silahkan disesuaikan dengan biaya sekarang.

4. Biaya pemasangan listrik 

Terakhir adalah biaya pemasangan listrik. Listrik menjadi kebutuhan utama pada sebuah bangunan. Pemasangan listrik kira-kira 2-3 juta tergantung pada berapa watt. Untuk rumah umumnya dipasang listrik dengan daya 1300 watt. Silahkan disesuaikan dengan biaya sekarang.

5. Biaya cadangan

Dalam membangun rumah dibutuhkan pula biaya cadangan. Kira-kira 20-40 juta. Biaya ini untuk hal-hal yang tidak terduga. Itulah rinician biaya membangun rumah minimalis 2 lantai type 36. Silahkan disesuaikan dengan biaya sekarang.

sumber: Rapi-rumahku

Sumber http://www.iderumahidaman.com

Tuesday, June 13, 2017

Ruang Berguru Anak Di Rumah


Ruang Mencar Ilmu Anak Di Rumah


Biaya Bangun Rumah Per Meter Persegi 2018

Biaya Bangun Rumah Per Meter Persegi 2018 – Membangun rumah baru adalah kesempatan untuk memenuhi kebutuhan desain dan kegunaan yang tepat.

 Membangun rumah baru adalah kesempatan untuk memenuhi kebutuhan desain dan kegunaan yang  Biaya Bangun Rumah Per Meter Persegi 2018


Tapi dari konstruksi awal bisa menjadi tugas yang menakutkan, terutama bila menyangkut harga atau biayanya.

Hal Ini melihat secara mendalam harga yang terkait dengan bangunan rumah akan membantu Anda membuat keputusan anggaran yang tepat.

Namun, biaya rata-rata membangun rumah biasanya mencapai Rp. 70.000.000,- (Tujuh Puluh Juta) hingga Rp. 300.000.000,- (Tiga ratus Juta Rupiah).

Dalam membangun sebuah rumah memang membutuhkan dana yang besar. Tapi ada jenis atau type rumah yang memiliki anggaran biaya yang tidak terlalu besar.

Jika Anda berniat untuk membangun rumah minimalis. Maka berikut ini hal-hal yang perlu diperhitungkan untuk membangun rumah per meter persegi:

#1 Membayar Tenaga Kerja
Dilansir dari www.cermati.com Ada tiga sistem yang selama ini berlaku dalam membangun rumah, yaitu sistem harian, borongan jasa, dan borongan penuh. Hitung-hitungan bayarannya berbeda-beda.

Untuk sistem harian, biayanya per hari sekitar Rp100-150 ribu per hari.

Sementara biaya borongan jasa sekitar Rp600-800 ribu per meter persegi. Lain halnya dengan biaya borongan penuh yang lebih tinggi, biayanya bisa sekitar Rp3-5 juta per meter persegi. Perlu diketahui untuk borongan jasa, yang dibayarkan hanya jasanya, sedangkan bahan material disediakan sendiri.

Dari segi waktu, umumnya sistem borongan lebih cepat ketimbang sistem harian. Namun, kalau sudah selesai dan ingin mengubahnya, sistem harian lebih memungkinkan ketimbang sistem borongan yang mengandalkan desain rumah yang Anda inginkan.

#2 Mengetahui Harga Borongan per Meter Persegi
Mengetahui harga borongan juga sangat penting. Berikut ini harga borongan per m2 :

Harga borongan upah tenaga dan Bahan bangunan +/- Rp.3.000.000,00
Harga borong upah per m2 +/- Rp.1.500.000,00
Adapun Harga tersebut hanya rata-rata saja pada tahun 2015 yang nilainya dapat berubah sewaktu-waktu menurut dimana lokasi pembangunan rumah serta kapan kegiatan membangun berlangsung.

#3 Estimasi Biaya dari Luas Tanah dan Bangunan
Misalkan Anda ingin membangun rumah 21/60. Dimana, Anda ini membutuhkan tanah seluas 60 meter persegi dan harga tanah di lokasi incaran yang diinginkan comtohnya Rp. 800.000/m².

Maka, biaya yang Anda harus disediakan untuk membeli tanah: Rp. 800.000 x 60 = Rp48.000.000.

Selanjutnya, perkiraan biaya untuk membangun bangunan. Yang dimaksudkan biaya bangunan adalah perkiraan biaya untuk pembelian material, seperti pasir, batu bata, semen, dan sebagainya. Untuk yang satu ini, Anda perlu mengomunikasikan dengan kepala pekerja apa saja material yang menjadi kebutuhan bila menggunakan sistem harian.

Andaikan saja Anda memilih sistem borongan penuh. Biaya yang perlu dikeluarkan dengan harga borongan penuh Rp3,5 juta per meter persegi: 21 x 3.000.000 = Rp63.000.000. Jadi, total biaya beli tanah dan bangunan (sistem borongan penuh): Rp48.000.000 + Rp63.000.000 = Rp111.000.000.

#4 Estimasi Biaya Lainnya
Menegtahui estimasi biaya bangun rumah per meter persegi juga butuh ketelitian. Tak hanya estimasi ketiga panduan diatas yang perlu diperhatikan.

Memperhatikan biaya lainnya seperti biaya material, struktur rumah seperti kusen dan semacamnya. Kemudian masih belum lagi biaya pasang keramik, atap, pagar, pintu, dan masih banyak lagi.

#5 Memilih Kontraktor Bangunan Rumah
Memilih kontraktor juga bukan hal yang mudah. Anda harus benar-benar teliti.

Untuk itu, dalam memilih kontraktor rumah perlu mengetahui rumah apa aja yang sudah dikerjaka. Atau fitur kontak tersedia di websitenya.

sumber: ecipta.co.id
Sumber http://www.iderumahidaman.com

Monday, June 12, 2017

13 Cara Beli Rumah dengan Gaji Kecil2 juta, 3 juta, dan 4 juta


Rumah ialah tempat terindah untuk pulang 13 Cara Beli Rumah dengan Gaji Kecil2 juta, 3 juta, dan 4 juta

Cara beli rumah dengan gaji kecil --- Rumah ialah tempat terindah untuk pulang. Namun, tak semua orang mampu memiliki rumah pribadi. Itulah kenapa banyak orang yang memutuskan untuk mengontrak rumah? Pertanyaannya, mau sampai kapan? Rumah sudah semestinya menjadi indentitas. Artinya, ada generasi yang mewarisi tempat tersebut. Itu tidak akan terjadi jika hanya dengan mengontrak rumah, karena sifatnya hanya sementara.

Membeli rumah memang tidak mudah dan tidak murah, apalagi bagi sobat yang punya upah rendah, gaji UMR, atau yang tergolong pas-pasan. Tak perlu khawatir, di sini sobat akan diberikan 13 langkah dan cara beli rumah dengan gaji kecil, seperti gaji 2 juta, 3 juta, dan 4 juta. Namun, pastikan sobat mencatat 13 langkah berikut ini + dengan SIMULASI PERHITUNGANNYA yang tersaji di bagian akhir artikel ini.

1. Tentukan Anggaran untuk Pembelian Rumah


Rumah ialah tempat terindah untuk pulang 13 Cara Beli Rumah dengan Gaji Kecil2 juta, 3 juta, dan 4 juta

Inilah langkah pertama cara beli rumah dengan gaji kecil. Bagi sobat yang bergaji 4 juta, 3 juta, apalagi yang bergaji 2 juta ingin punya rumah, maka di sini sangat ditekankan untuk memahami kemampuan finansial terlebih dahulu. Dari sanalah kemudian sobat bisa menentukan anggaran berapa harga rumah atau rumah yang seperti apa yang ideal.

Harga rumah memang fleksibel, setiap daerah pasti memiliki standar harga yang berbeda-beda. Oleh karena itu, saya menyarankan agar sobat memilih rumah dengan desain minimalis. Kenapa? Ya, rumah tipe inilah yang memiliki harga yang lebih terjangkau. Untuk kisaran gaji 2 s.d. 4 juta, saya rasa masih layak. Gaji 1 juta bisa juga, gak? Saya belum yakin.

Perlu sobat ketahui, rumah minimalis memiliki berbagai macam tipe, ada tipe 21, tipe 36, tipe 45, dan seterusnya. Setiap tipe memiliki harga yang berbeda-beda. Biasanya, semakin besar tipe rumah, semakin mahal harganya.

Nah, bagi sobat yang bergaji 2 juta ingin beli rumah, tipe 21 bisa menjadi pilihan utama. Bagi sobat yang bergaji 3 juta dan 4 juta per bulan, tipe 36 bisa menjadi pilihan utama. Khusus untuk tipe 45, saya masih ragu apakah gaji 4 juta bisa atau tidak, tapi ini sangat fleksibel. Banyak faktor yang memengaruhi harga rumah.

2. Tentukan Kapan Mau Beli Rumah


Bagian ini juga tidak kalah penting. Pasalnya, ini nantinya akan berkorelasi dengan hal-hal lain, seperti penentuan down payment (DP), metode pembayaran (kredit atau tunai), cara mengamankan uang (menabung), hingga metode untuk memaksimalkan pendapatan (investasi).

Misalnya, sobat ingin membeli rumah 5 tahun lagi dengan cara kredit, maka sobat harus menabung untuk mempersiapkan uang DP beserta cicilannya. Begitu pun sebaliknya, jika sobat ingin membeli rumah secara tunai, maka sediakanlah uang secara cash. Inilah yang disebut dengan membangun perencanaan.

3. Pastikan bahwa Sobat Sudah Tidak Memiliki Utang


Inilah tips dan cara beli rumah dengan gaji kecil selanjutnya. Ya, pastikan bahwa sobat sudah tidak memiliki utang! Kenapa? Tentu saja, akan sangat sulit jika harus membagi fokus. Pasalnya, membeli rumah pasti akan menyedot banyak dana, apalagi bagi sobat yang bergaji UMR dan pas-pasan. Oleh karena itu, jika ingin menabung untuk beli rumah, lunasi dulu semua utang-utangnya, ya...

4. Atur Kembali Pengeluaran Bulanan


Rumah ialah tempat terindah untuk pulang 13 Cara Beli Rumah dengan Gaji Kecil2 juta, 3 juta, dan 4 juta

Seperti yang saya bilang sebelumnya, membeli rumah pasti akan banyak menguras “keringat”. Sobat dituntut harus benar-benar hemat, terutama dalam hal pengeluaran bulanan. Jika biasanya sobat pergi shopping sekali seminggu, ubahlah kebiasaan itu dengan shopping cukup sekali setahun, ketika lebaran saja. Hehehe. Intinya, hal-hal yang bersifat sekunder atau komplementer, ditunda dulu, atau paling tidak, dikurangi secara maksimal.

5. Mulailah Menabung segera


Menabung ialah cara yang terbaik untuk menyelamatkan penghasilan. Setuju? Ya, itulah kenapa saya masukkan menabung sebagai salah satu langkah atau cara beli rumah dengan gaji kecil. Ini semua bertujuan untuk memastikan bahwa uang pembelian rumah tersedia. Percayalah, tidak mudah merealisasikan gaji 4 juta, 3 juta, atau 2 juta ingin punya rumah, namun bukan berarti tidak bisa. Ini tergantung bagaimana mind set dan life style sobat.

Bagi sobat yang masih mengedepankan pola hidup konsumtif, menabung bisa menjadi berat. Nah, untuk membangun kebiasaan menabung, cobalah untuk melakukannya sesegera mungkin dan secara perlahan.

Kira-kira, berapa persentase atau besaran penghasilan yang harus disisihkan untuk ditabung? Saya sangat menyarankan untuk semaksimal mungkin. Namun, sekurang-kurangnya 20% dari penghasilan (gaji pokok).

6. Berikan Porsi yang Cukup untuk Investasi


Rumah ialah tempat terindah untuk pulang 13 Cara Beli Rumah dengan Gaji Kecil2 juta, 3 juta, dan 4 juta

Jika menabung merupakan cara terbaik mengamankan uang, maka investasi ialah cara terbaik untuk menyuburkan uang, setuju? Sebenarnya, istilah investasi tidak jauh berbeda dengan menabung.

Pasalnya, sobat pasti pernah mendengar istilah “menabung saham” dan “menabung emas”, bukan? Nah, sistem menabung seperti itu bisa disebut sebagai “menabung produktif”. Ini hanya masalah pengertian saja. Tujuan menabung dan investasi sebenarnya hampir sama yaitu menghindari uang dari kegiatan konsumtif.

Berbicara tentang investasi, maka kita pasti akan mengarah kepada “untung” dan “rugi”. Ingat, tidak ada satu pun investasi yang bebas dari risiko. Yang ada, hanya investasi yang minim risiko. Oleh karena itu, carilah investasi yang minim risiko tersebut. Saya merekomendasikan agar sobat berinvestasi pada emas. Dengan kata lain, menabung emas.

Kenapa harus emas? Ya, emas tidak dipengaruhi oleh inflasi. Selain itu, nilainya juga cenderung stabil dan berpotensi untuk menguat. Kenaikan rata-rata nilai emas ini bisa mencapai 25% per tahun, terutama emas logam mulia. Meskipun begitu, sobat boleh berinvestasi pada sektor lain. Namun, pastikan investasi tersebut rendah risiko dan sobat paham mengenainya.

7. Usahakan Cari Pendapatan Lain-lain


Jangan hanya terpaku pada gaji semata. Usahakan cari cara untuk memperoleh penghasilan tambahan. Itu pun jika sobat memiliki keinginan besar untuk beli rumah. Percayalah, kecil atau besar pendapatan lain-lain yang sobat dapatkan, itu tidak akan menjadi masalah. Setidaknya, dengan pendapatan lain-lain tersebut bisa menutupi pengeluaran tak terduga.

8. Tentukan Cara Pembelian Rumah; Mau Tunai atau Kredit?


Rumah ialah tempat terindah untuk pulang 13 Cara Beli Rumah dengan Gaji Kecil2 juta, 3 juta, dan 4 juta

Nah, untuk menentukan cara pembelian rumah yang tepat, ada baiknya sobat memahami dengan baik terlebih dahulu mengenai dua sisitem pembelian rumah ini. Kenapa? Ini bertujuan untuk menentukan sistem mana yang cocok dengan kondisi keuangan sobat. Kira-kira menurut sobat, yang mana bisa dijadikan sebagai alternatif cara beli rumah dengan gaji kecil? Jika masih bingung, mari lihat pembahasan berikut ini.

A. Pembelian Rumah secara Tunai

Ada beberapa kelebihan dari sistem ini, misalnya sobat akan langsung memiliki hak penuh (surat-surat) kepemilikan rumah. Artinya, kapan saja sobat bisa menjual rumah tersebut kembali. Kemudian, sobat juga tidak akan terbebani dengan adanya bunga cicilan, harga rumah masih memungkinkan untuk dinegosiasikan lagi, dan sebagainya.

Meskipun begitu, sistem pembelian tunai ini juga memiliki beberapa kekurangan, misalnya sobat harus menyediakan full biaya pembelian rumah di awal. Tentu saja, ini sangat memberatkan, terutama bagi sobat yang bergaji 4 juta, 3 juta, atau 2 juta ingin beli rumah.

Ditambah lagi, jika terjadi permasalahan dalam hal kepemilikan, seperti rumah bodong, rumah tanpa izin, dan seterusnya, maka potensi kerugian bisa jauh lebih besar. Bisa-bisa, uang sobat lenyap begitu saja.

B. Pembelian Rumah secara Kredit


Jika membeli rumah secara kredit, umumnya orang-orang langsung mengacu pada Kredit Perumahan Rakyat (KPR). Sistem KPR ini menawarkan beberapa keunggulan. Pertama, sobat bisa lebih mudah untuk meyakinkan penjual rumah atau agen real estate, terlebih jika harga rumah tersebut bernilai cukup besar.

Selain itu, sobat juga bisa melakukan negosiasi terhadap harga rumah karena ada pihak KPR yang menjadi “penguat posisi” sobat. Dengan kata lain, potensi kegagalan dalam hal transaksi bisa diminimalisasi. KPR memang sering dijadikan solusi bagi siapa saja yang tidak membeli rumah secara tunai.

Namun, ada beberapa persyaratan yang harus sobat penuhi dalam mengajukan KPR. Salah satunya yaitu standar gaji per bulan. Apabila gaji sobat tidak memenuhi standar yang ditetapkan, maka sobat tidak bisa mengajukan KPR. Namun jangan khawatir, khusus bagi sobat yang bergaji maksimal 4 juta, sobat bisa memanfaatkan KPR subsidi.

Ada beberapa keunggulan KPR subsidi, misalnya suku bunga yang relatif lebih rendah, yaitu flat 5%, dan jangka waktu peminjaman yang lebih lama, bisa mencapai 20 tahun. Tapi ingat, KPR subsidi ini hanya dikhususkan bagi sobat yang belum pernah memiliki rumah sebelumnya. Menurut sobat, mana cara beli rumah dengan gaji kecil yang cocok untuk sobat? Apakah sistem tunai atau kredit?

9. Jika Beli Tunai, Belilah Rumah yang Valuable


Sebelumnya sobat sudah mendapatkan gambaran mengenai sistem pembelian rumah secara kredit dan tunai. Nah, bagi sobat yang memilih jalan tunai, maka carilah rumah yang valuable. Menempatkan ekspektasi yang cukup (tidak berlebihan) untuk mendapatkan rumah terbaik, saya rasa tidak ada masalah. Lalu, seperti apa rumah yang valuable tersebut? Rumah yang berharga kompetitif dan berlokasi strategis!

Memang, semakin strategis lokasi unit rumah, biasanya harganya juga semakin mahal. Jika tidak memungkinkan, setidaknya sobat mencari rumah yang “cukup strategis”. Misalnya, carilah rumah jauh dari potensi banjir berat, tidak sulit dalam hal akses transportasi, dan tidak begitu jauh dari rumah sakit/puskemas, pasar/supermarket, dan fasilitas umum lainnya. Tidak harus dekat, asalkan tidak begitu jauh (masih dalam takaran normal).

10. Jika Beli dengan KPR, Carilah Bank yang Kredibel & Menawarkan Bunga Rendah

Rumah ialah tempat terindah untuk pulang 13 Cara Beli Rumah dengan Gaji Kecil2 juta, 3 juta, dan 4 juta

Ada beberapa bank yang mungkin bisa menjadi rekomendasi sobat dalam mengajukan KPR. Tentu saja ini tidak mutlak, jika sobat mampu mencari yang "lebih baik", maka carilah!

1. Bank Tabungan Negara (BTN)


Ketika saya kuliah dahulu, pernah seorang dosen mata kuliah Manajemen Perbankan bertanya kepada kami, “apa yang Anda ketahui mengenai BTN”. Kami satu lokal semuanya sepakat menjawab, “kredit rumah, pak...” Ya, BTN memang terkenal dengan produk tersebut. KPR dari BTN ini memiliki beberapa keunggulan.

Pertama, bisa dimanfaatkan baik untuk pembelian rumah dari developer maupun non developer. Kemudian, KPR BTN juga dapat digunakan untuk cicilan rumah baru, rumah second, untuk pembelian rumah siap huni (ready stock), rumah belum jadi (indent), dan take over kredit dari bank lain. Nah, untuk suku bunga, BTN menawarkan mulai 8,75% fixed selama satu, tiga, dan lima tahun.

2. Bank Negara Indonesia (BNI)


Untuk masalah kredibilitas, BNI sudah tidak perlu lagi diragukan. Pasalnya, saya pun juga menjadi nasabah bank ini. Hehehe. Btw, BNI saat ini menyediakan suku bunga KPR fixed sebesar 6,75% untuk dua tahun pertama, kemudian 7,75% untuk dua tahun berikutnya.

3. Bank Mandiri


Nah, jika sobat mengajukan KPR di Bank Mandiri, maka sobat harus menyediakan dana lebih terutama untuk biaya administrasi, notaris, taksasi agunan, premi asuransi, dan seterusnya. Meskipun begitu, Bank Mandiri menawarkan suku bunga KPR spesial hanya 5,55% fixed khusus untuk dua tahun pertama, dan 6,55% untuk tiga tahun selanjutnya.

4. Bank Central Asia (BCA)


Sobat mungkin tidak asing lagi dengan bank ini, bukan? Ya, bank yang memiliki ATM tersebar di mana-mana ini memang sudah mendunia. Pasalnya, berdasarkan 2018 BrandZ Global Top 100 Most Valuable Brands, BCA termasuk ke dalam 100 perusahaan dengan nilai brand tertinggi di dunia, tepatnya berada pada peringkat 99. Menakjubkan, bukan?

Lalu, berapa tingkat suku bunga KPR di BCA? Suku bunganya bisa dikatakan relatif rendah, yaitu 5,88% selama tiga tahun. Dengan bunga yang relatif rendah ini, masyarakat akan dimudahkan dalam mewujudkan mimpi untuk memiliki rumah sendiri.

11. Manfaatkan Lelang Rumah


Lelang rumah bisa dijadikan sebagai alternatif cara beli rumah dengan gaji kecil. Pasalnya, dengan skema pembelian lelang rumah ini, sobat bisa mendapatkan harga rumah yang lebih murah. Kenapa lebih murah? Ya, rumah yang dilelang ini merupakan rumah hasil sitaan karena pihak debitur KPR gagal atau tidak mampu melunasi cicilan kepada bank.

Meskipun begitu, ada baiknya juga sobat mengecek terlebih dahulu bagaimana kondisi rumah tersebut, apakah masih layak huni, tidak sulit dalam hal akses transportasi, bebas banjir, dan seterusnya.

12. Cari Informasi Rumah yang Dijual secara Mendesak


Rumah ialah tempat terindah untuk pulang 13 Cara Beli Rumah dengan Gaji Kecil2 juta, 3 juta, dan 4 juta


Secara psikologis, seseorang yang menjual rumah secara mendesak, itu artinya ia sedang mengalami tekanan. Orang yang sedang tertekan itu bisa sobat “manfaatkan”. Meskipun sama-sama membutuhkan, namun sobat berada pada posisi yang lebih baik (di atas angin). Tapi ingat, cek kembali kondisi rumah beserta komponen-komponennya. Pastikan itu masih sesuai dengan kriteria yang sobat tetapkan.

13. Berkolaborasi dengan Anggota Keluarga


Inilah tips dan cara beli rumah dengan gaji kecil yang terakhir. Jika sobat memiliki istri dan anak-anak, tidak ada salahnya mengajak mereka untuk ikut berpartisipasi dalam mengumpulkan uang untuk pembelian rumah. Sedikit lebih baik daripada tidak sama sekali, bukan?

#Berikut Contoh Hitung-hitungan Membeli Rumah secara Tunai dan Kredit dengan Gaji 2 Juta, 3 Juta, dan 4 Juta


Biaya kos/kontrakan per bulan                     = 500.000
Biaya kebutuhan pokok per bulan               = 700.000
Biaya lain-lain dan tak terduga per bulan  = 300.000

Total biaya pengeluaran per bulan = 1,5 juta. Sisa gaji sobat bisa dialokasikan untuk dana tabungan & investasi.

Bagi sobat yang bergaji 2 juta, maka dana tabungan & investasi yang tersedia yaitu 500 ribu (2 juta - 1,5 juta). Sedangkan bagi sobat yang bergaji 3 juta, maka dana tabungan & investasi yang tersedia yaitu 1,5 juta (3 juta - 1,5 juta). Kemudian bagi sobat yang bergaji 4 juta, maka dana tabungan & investasi yang tersedia yaitu 2,5 juta (4 juta - 1,5 juta).

Saya berasumsi bahwa sobat akan sanggup mendapatkan keuntungan sebesar 10% per bulan dari pemanfaatan dana tabungan & investasi tersebut. Artinya:

500 ribu x 10% = 50 ribu.
1,5 juta x 10% = 150 ribu.
2,5 juta x 10% = 250 ribu

Total uang tabungan & investasi bagi yang bergaji 2 juta = 500 ribu + 50 ribu = 550 ribu per bulan.

Total uang tabungan & investasi bagi yang bergaji 3 juta = 1, 5 juta + 150 ribu = 1,65 juta per bulan.

Total uang tabungan & investasi bagi yang bergaji 2 juta = 2,5 juta + 250 ribu = 2,75 juta per bulan.

Jika sobat bergaji 2 juta ingin beli rumah dengan harga 120 juta secara tunai, maka perkiraannya sebagai berikut:


(120 juta : 550 ribu) : 12 bulan = 18,2. Artinya, untuk bisa mengumpulkan uang sebesar 120 juta, maka sobat harus menempuh waktu selama 18 tahun 2 bulan.

Jika sobat bergaji 2 juta ingin punya rumah dan membeli secara kredit dengan KPR, maka perkiraannya sebagai berikut:


Total sisa gaji = 500 ribu (di luar hasil keuntungan tabungan & investasi).
Jika dipersentasekan, ternyata sisa gaji 500 ribu tersebut merupakan 25% dari total gaji (25% x 2 juta). Sisa gaji tersebut bisa sobat sisihkan sebagai down payment (DP) untuk cicilan KPR.

Misalnya, sobat konsisten menyisihkan 500 ribu per bulan selama lima tahun. Artinya, sobat akan memiliki dana sebesar 30 juta (500 ribu x 60 bulan) dalam lima tahun.

Jika 25% dari gaji sobat tersebut (500 ribu) ditetapkan sebagai angsuran cicilan KPR, maka bank kemungkinan besar akan menyetujuinya. Kenapa? Bank biasanya akan menolak pengajuan KPR jika angsuran cicilan melebih 40% dari gaji. Ini berarti angka 25% masih terbilang layak.

Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, bagi sobat yang bergaji 2 juta, 3 juta dan 4 juta, maka sobat bisa memanfaatkan KPR subsidi yang mana jangka waktu peminjamannya bisa mencapai 20 tahun. Dengan demikian, maka harga rumah yang bisa sobat ajukan untuk KPR yaitu sebesar 120 juta. Rinciannya sebagai berikut:

500 ribu x 240 bulan (20 tahun) = 120 juta

Hitungan-hitungan tersebut di atas memang masih kasar, tapi setidaknya bisa memberikan gambaran secara komprehensif. Saran saya, pilihlah KPR dengan cicilan flat di awal. Dengan demikian, sobat bisa mempersiapkan dana lagi untuk cicilan floating di tahun-tahun berikutnya. Ini juga tergantung bank mana yang sobat pilih untuk pengajuan KPR.

Nah, bagi sobat yang bergaji 3 juta dan 4 juta, silahkan menggunakan contoh perhitungan pada contoh kasus gaji 2 juta di atas.

Itulah tips, trik, dan cara beli rumah dengan gaji kecil + dengan perhitungannya. Saya sangat berharap informasi ini bisa bermanfaat bagi sobat semua. Saya juga terbuka untuk kritikan, saran, dan pertanyaan-pertanyaan dari sobat.
SILAHKAN SOBAT TINGGALKAN JEJAK DI KOLOM KOMENTAR, YA

sumber: ranahsolusi

Sumber http://www.iderumahidaman.com